RAHMAD NABABAN

Habiskan waktumu dengan mereka yang buatmu tersenyum. Mereka yang membuat hidupmu lebih baik hanya dengan menjadi bagian di dalamnya.

RAHMAD NABABAN

Gunakan syukurmu, dan buang keluhmu dalam menghadapi setiap cobaan, karena cobaan yang kamu alami adalah sebagai proses pemuliaan.

RAHMAD NABABAN

Doaku hari ini: Tuhan, tetapkan aku dalam keimanan yang kokoh, datangkanlah kebaikan dan jauhkanlah segala keburukan.

This is BLOG RAHMAD NABABAN

Dibutuhkan kedewasaan untuk memahami pemikiran orang dewasa. Dan terkadang masalah adalah jalan untuk mendewasakan diri.

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA

DIAM bukan berarti LEMAH. Kadang kita tahu apa yang harus dikatakan, tapi kita tak ingin melukai perasaan seseorang.

Sabtu, 15 April 2017

Mars FOPPSI Forum Operator Pendataan Pendidikan Seluruh Indonesia




Senin, 13 Maret 2017

MIMPI YANG HILANG

Terbuai dalam irama musik yang menggema
Menyebar ke dalam sukma
Mengingatkan kembali akan sebuah masa
Masa yang dulu penuh asa

Walau kisah silam penuh dengan Ankara
Semuanya terasa indah dalam jiwa
Menjadi sebuah cahaya
Namun semuanya sirna

Tak ada harapan yang tersisa
tak ada nada yang tercipta
lukisan rindu tak lagi ada
semuanya menjadi hampa


By : NABABAN


MIMPI YANG HILANG

Minggu, 12 Maret 2017

SAYAP - SAYAP PATAH

Hati yang terjatuh dan terluka
Merobek malam menoreh seribu duka
Kukepakkan sayap-sayap patahku
Mengikuti hembusan angin yang berlalu

Menancapkan rindu
Disudut hati yang beku
Dia retak,hancur bagai serpihan cermin...berserakan
Sebelum hilang di terpa angin

Sambil terduduk lemah
Ku coba kembali mengais sisa hati
Bercampur baur dengan debu
Ingin ku rengkuh
Ku gapai kepingan di sudut hati

Hanya BAYANGAN yang ku dapat
Ia menghilang saat mentari turun dari peraduan nya

Tak sanggup ku kepakkan kembali sayap ini
Ia telah patah
Tertusuk duri-duri yang tajam
Hanya bisa meratap...Meringis
Mencoba menggapai sebuah pegangan...


By : NABABAN

Sabtu, 12 November 2016

Pengukuhan KHR. AS'AD SYAMSUL ARIFIN sebagai PAHLAWAN NASIONAL

Tidak Hanya Gelar Pahlawan, Kiai As’ad Juga Dianugerahi Bintang Maha Putra JAKARTA – KHR. As’ad Syamsul Arifin resmi menyandang gelar Pahlawan Nasional. Upacara penganugerahan yang dipimpin Presiden Joko Widodo kemarin (9/11) bertempat di Istana Negara sekitar pukul 13.00. Selain gelar Pahlawan Nasional, Kiai As’ad juga diangugerahi Bintang Maha Putra. Gelar Bintang Maha Putra diberikan pemerintah RI karena Kiai As’ad terlibat secara langsung dalam peperangan fisik saat merebut dan mempertahankan kemerdekaan RI. Gelar ini setara bintang lima pada Jenderal TNI. ”Artinya, Kiai As’ad tidak hanya mendapatkan gelar Pahlawan Nasional saja,” kata Muhyidin Khotib, salah satu tim pengusul gelar kepahlawanan Kiai As’ad
Muhyidin mengaku, upacara penyerahan gelar Pahlawan Nasional Kiai As’ad ditandai dengan penyerahan oleh presiden RI kepada KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy mewakili majelis keluarga P2S2 sekaligus Pengasuh Pesantren. Acara berlangsung sekitar satu jam.
Beberapa pejabat penting negara hadir. Diantaranya, Wapres Yusuf Kalla, Sekretaris Negara, Sekretarsi Kabinet, dan sejumlah menteri Kabinet Kerja jilid II. Sebelum penyerahan, dinyanyaikan lagu Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan SK Presiden.
Gelar Pahlawan Nasional Kiai As’ad tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Presiden RI nomor 90/TK/2016 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional. SK tertanggal 3 November itu berdasarkan hasil sidang Dewan Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan pada tanggal 11 Oktober 2016 lalu.
Bunyi SK tersebut; memutuskan, menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Kiai As’ad sebagai penghargaan dan penghormatan yang tinggi atas jasa-jasanya yang luar biasa yang semasa hidupnya pernah memimpin dan melakukan perjuangan bersenjata atau perjuangan politik atau perjuangan dalam bidang lain untuk mencapai, merebut, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan serta mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa.
Selain Kiai Azaim, hadir beberapa keluarga Kiai As’ad. Seperti Nyai Hj. Khoiriyah (istri Kiai As’ad), Nyai Hj. Djuwairiyah (istri KHR. Ahmad Fawaid As’ad), Nyai Hj. Nur Sari As’adiyah (istri Kiai Azaim), serta beberapa keluraga dan pengurus P2S2. Hadir juga Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto. Salah satu veteran asal Situbondo, Balok Imam Subakti mengaku sangat bersyukur atas penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Kiai As’ad. ”Beliau adalah komandan saya dikelaskaran,” kata pria 88 tahun yang mengaku pernah menjadi anak buah Kiai As’ad pada saat agresi militer itu.
Balok menerangkan, ada beberapa kenangan yang tidak pernah dilupakannya saat berjuang bersama Kiai As’ad. Diantaranya, ketika Kiai As’ad berjuang keras mengobati para pejuang yang terluka. ”Beliau sendiri yang mencari obat-obatan dengan keluar masuk hutan,” kenang Balok.