RAHMAD NABABAN

Habiskan waktumu dengan mereka yang buatmu tersenyum. Mereka yang membuat hidupmu lebih baik hanya dengan menjadi bagian di dalamnya.

RAHMAD NABABAN

Gunakan syukurmu, dan buang keluhmu dalam menghadapi setiap cobaan, karena cobaan yang kamu alami adalah sebagai proses pemuliaan.

RAHMAD NABABAN

Doaku hari ini: Tuhan, tetapkan aku dalam keimanan yang kokoh, datangkanlah kebaikan dan jauhkanlah segala keburukan.

This is BLOG RAHMAD NABABAN

Dibutuhkan kedewasaan untuk memahami pemikiran orang dewasa. Dan terkadang masalah adalah jalan untuk mendewasakan diri.

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA

DIAM bukan berarti LEMAH. Kadang kita tahu apa yang harus dikatakan, tapi kita tak ingin melukai perasaan seseorang.

Rabu, 05 Agustus 2015

Status Gunung Raung Terkini 5 Agustus 2015

Status Gunung Raung Terkini 5 Agustus 2015
BANYUWANGI – Gempa tremor Gunung Raung terus naik. Berdasarkan data seismik yang diterima, Selasa (4/8/2015) malam, tremor Raung terus menerus terjadi berkekuatan 9 -32 milimeter selama pukul 12.00 - 18.00 wib, Selasa (4/8/2015).

Dari rentang amplitudo itu, dominasi amplitudo di angka 31 milimeter. Ini kenaikan tremor paling tinggi sejak Raung berstatus Siaga, 29 Juni 2015.

Berdasarkan data yang diterima, pantauan terhadap Gunung Raung, pukul 12.00 -18.00 wib, menunjukkan ada asap kelabu kehitaman berkekuatan sedang tinggi dan mengarah ke tenggara.

Tremor masih berlangsung beramplitudo 9 -32 mm dengan dominasi di amplitudo 31 mm. Gemuruh juga masih terdengar lemah. Sampai saat ini status Raung masih siaga.

Sumber Berita : Kabar Berita Banyuwangi Terkini

Jumat, 31 Juli 2015

Lahirnya DAPODIKDAS VERSI 4.00 atau Generasi ke 4

Lahitrnya DAPODIKDAS VERSI 4.00 atau Generasi ke 4
Pada bulan juli tahun 2015 akan dirilis sebuah aplikasi dapodik versi 4.00 atau Generasi ke 4, dan versi ini akan diperbaharui dan pastinya lebih sempurna dari dapodik versi sebelum-sebelumnya. Di akhir tahun ajaran baru 2015/2016 data siswa telah dinyatakan lulus maka harus di luluskan lewat action menu. Dan pada tahun ajaran para operator sekolah akan di sibukan dengaan penginputan siswa baru layakanya seperti tahun-tahun sebelumnya. Sekedar kembali mengingatkan input data siswa selalu kita pastikan kebenaran data dan bukti-bukti yang berkekuatan berdasar ketentuan, misal akta, KK,surat kenal lahir data orang tua murid yang benar agar tidak jadi masalah dikemudian hari dan dapat dipertangung jawabkan kedepannya.

Untuk kita ketahui bersama Dapodikdas versi 4.00 atau Generasi ke 4 yang bakal rilis sesuai Kalender Dapodikdas pada 15 Juli tahun 2015 versi dari pacth atau pun bundling instaler 4.00. bisa di Unduh pada laman resmi klik :



Kegunaan utama Dapodikdas 4.00 :


  1. Untuk melakukan atau meluluskan siswa yang telah tamat/lulus pada sekolah kita di tahun pelajaran 2014/2015, akan dilakukan di versi dapodikdas 4.00.
  2. Input Siswa baru tahun pelajaran 2015/2016 akan dilakukan pula pada dapodikdas versi 4.00..


Lahitrnya DAPODIKDAS VERSI 4.00 atau Generasi ke 4


Jadi intinya kelahiran Dapodik 4.00 untuk melakukan kedua hal tersebut dan lihat apa mungkin ada fiture-fiture tambahan pada versi dapodikdas 4.00 atau mungkin ada pedoman baru cara penggunaan dapodik versi 4.00 atau Generasi ke 4

Minggu, 26 Juli 2015

Manisnya Ekspor Kopi Arabika asal Bondowoso

Manisnya Ekspor Kopi Arabika asal Bondowoso
Kopi, khususnya jenis arabika kini menjadi salah satu komoditas andalan Bondowoso. Ekspor ke berbagai negara eropa dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang signifikan. Tak hanya oleh eksporter besar, produk kopi dari home industri bahkan juga berhasil menembus pasar luar negeri.

Salah satu yang home industri tersebut adalah milik Yusriyadi di Sukosari. Dengan mengangkat brand Java Raung, produk Arabika miliknya yang terdiri dari green bean (biji kopi) maupun kopi bubuk sudah berhasil menembus pasar ekspor.

"Untuk pasar luar negeri, produk kami sudah tembus ke Taiwan dan Malaysia," ujar pria yang juga aktivis di komunitas Bondowoso Hills of Java ini. Selain ke pasar luar negeri, pihaknya juga memenuhi kebutuhan pasar nasional. Misalnya untuk coffee shop.

Memulai home industri pengolahan kopi mulai dilakukan sejak 2008. Selain menampung hasil kopi rakyat di Desa Sukorejo, Sumber Wringin, dia juga mengolah hasil kopi dari kebunnya sendiri.

Mulanya, kopi Arabika dari pekebun kopi di Sumber Wringin mayoritas diolah dengan cara konvensional. Produk mereka lebih banyak untuk kebutuhan pasar komersial secara luas. Tak pelak, harga yang dipatok oleh pembeli tidak begitu mahal. Selain itu, tingkat fluktuasi harganya juga sangat tajam.

Melihat fenomena itu, dia kemudian mencoba untuk menerapkan konsep specialty. Konsep ini menyasar kebutuhan kopi premium. Sentuhan tekhnologi pengolahan mulai diterapkan. Sehingga mutu kopi yang mulanya asal-asalan kemudian diperbaiki. Hal itu ternyata sangat menguntungkan. Mengingat harga kopi specialty relatif lebih stabil. Namun itu bukan kendala. Mengingat permintaan terbesar dari pasar kopi dunia adalah Arabika. "Karena untuk di tingkat dunia, konsumsi terbesar memang jenis arabika," ungkapnya.

Pria yang juga ketua Asosiasi Petani Kopi Indonesia (APKI) DPD Bondowoso ini menambahkan, pengembangan kopi Arabika di kawasan Sumber Wringin dan sekitarnya memang sangat potensial. Selain memiliki ketinggian di atas 1000 mdpl, pengembangan Arabika di kawasan Sumber Wringin sudah dilakukan sejak puluhan tahun silam.

Ketersediaan kopi di tingkat pekebun semakin meningkat beberapa tahun terakhir ini. Hal itu setelah pemerintah daerah mendirikan kluster kopi hasil kerjasama dengan beberapa pihak. Pada tahun ini saja, brand Java Raung milik Yusriyadi berhasil menjual sediktinya 50 ton kopi Arabika. "Sementara pengiriman yang melalui eksporter sekitar 800 ton," unkapnya. Eksporter besar kini memenuhi permintaan dari buyer di Eropa, seperti Swiss.

Setelah adanya kluster kopi tersebut, kini pengembangan Arabika di kawasan Sumber Wringin semakin bagus. Apalagi kini juga sudah indikasi geografis dengan nama Java Coffee Ijen Raung. Produk Java Coffee Ijen Raung juga mulai memiliki tempat di pasar kopi internasinal, bersaing dengan jenis lain seperti Gayo, Kintamani, Wamena hingga Toraja. Jenis-jenis Arabika itu dikenal memiliki citarasa khas dibanding dengan produk dari negara lain.

Menurut Yusriyadi, prospek Arabika ke depan semakin cemerlang. Apalagi di tingkat petani, saat ini mutu produknya sudah semakin bagus. Tinggal bagaimana proses pengolahan yang harus lebih diperhatikan. "Bahan baku yang bagus tentu juga harus didukung tekhnologi pengolahan. Jika itu dilakukan, maka hasil seduhan sudah pasti bagus," jelasnya.

Seperti diketahui, Bondowoso telah berhasil mengekspor kopi ke mancanegara dalam beberapa tahun terakhir ini. Tingginya harga ekspor kopi tersebut membuat petani kopi di Bondowoso menikmati hasil yang menggembirakan.

Matsakur, Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan (Dishutbun) Bondowoso menjelaskan, tahun 2014 produksi kopi asal Bondowoso mengalami peningkatan. Kenaikan produksi itu terjadi pada jenis Arabika maupun Robusta.

"Dibanding tahun 2013, tahun ini produksi kopi di Bondowoso, baik jenis Arabika maupun robusta mengalami peningkatan yang cukup siginifikan," ujarnya. Keberhasilan tersebut menurutnya juga didorong atas kerjasama yang baik antara dishutbun dengan APKI dengan pemerintah.

Sumber : INFO BONDOWOSO

Kopi Robusta Bondowoso Dapat Sertifikat Indikasi Geografis

Kopi Robusta Bondowoso Dapat Sertifikat Indikasi Geografis
Berdasarkan data yang ada, petani kopi Arabika Java Ijen – Raung telah mengajukan permohonan Perlindungan Indikasi Geografis ke Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Itelektual Kementerian Hukum dan HAM RI pada bulan November 2012. Perlindungan ini sangat penting bagi masyarakat di kawasan pegunungan Ijen-Raung karena selain menigkatkan taraf hidup dan menjaga kelestarian Indikasi Geografis Java Coffee.

Ke Khasan Java Coffee

Beberapa kajian yang telah dilakukan di kawasan yang berada pada garis lintang antara 07° 56.130’ – 08° 01.527’ LS , garis busur antara 114° 02,121’- 114° 09.335’ BT tersebut, telah mendiskripsikan sebagai kawasan dataran tinggi dengan variasi topografi antara datar, bergelombang dan berbukit. Terdapat 5-6 bulan kering pada bulan Mei-September. Jenis tipe tanah adalah Andisol dengan kesuburan fisik dan kimia sangat tinggi. Tanaman kopi di tanam di bawah penaung yang mempunyai kecenderungan mudah terdekomposisi dengan C/N rasio kurang dari 15 dan pH tanah antara 5.8-6.35 sehingga cukup optimal untuk pertumbuhan tanaman kopi. Dataran pengunungan Ijen-Raung yang berada pada ketinggian antara 900 – 1.500 m d.p.l dengan suhu rata-rata 15-25° C sangat cocok untuk penanaman Kopi Arabika Java Ijen-Raung. Masyarakat dikawasan pegunungan Ijen-Raung sangat memperhatikan metode pengolah kopi baik dari hulu sampai hilir. Skor cup test dengan metode penyangraian menengah (medium roast) berkisar antara 80,27-84,88 dan dikatagorikan kopi dari kawasan pegunungan Ijen-Raung tersebut kedalam jajaran kopi specialty menurut standar Specialty Coffee Association of America dengan cita rasa spesifik rasa manis (sweetnes) dan pedas(spicy) yang sangat kuat.

Peran Perhimpunan Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (PMPIG)

Melihat keunikan yang dimiliki baik pada kawasan fisik pegunungan Ijen dan Raung, citarasa khas pada produk yang dihasilkan serta kepedulian masyarakat terhadap mutu kopi yang dihasilkan, maka masyarakat perkopian di dataran tinggi pegunungan Ijen dan Raung secara demokratis telah membentuk lembaga swadaya masyarakat dengan nama “Perhimpunan Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (PMPIG) Kopi Arabika Ijen-Raung” dan PMPIG Kopi Arabika Ijen-Raung telah mengusulkan pendaftaran perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Kopi Arabika dari kawasan pegunungan Ijen-Raung ke Direktorat Jenderal HKI, Kementerian Hukum dan HAM., dengan nama Indikasi Geografis “Kopi Arabika Java Ijen-Raung”. Adapun produk-produk yang dimintakan perlindungan Indikasi Geografis adalah kopi HS kering, kopi biji, kopi sangrai, dan kopi bubuk. Untuk menjaga reputasi baik di pasar domestik dan pasar interasional, maka PMPIG telah bertekad untuk menjaga mutu prima Kopi Arabika Java Ijen-Raung sesuai dengan apa yang tertera di dalam Buku Persyaratan pengajuan usulan pendaftaran Indikasi Geografis.


Sumber: DJKI Liputan Humas