Senin, 13 Oktober 2014

Masih Minim Kunjungan Wisatawan Asing di Bondowoso

Masih Minim Kunjungan Wisatawan Asing di Bondowoso

BONDOWOSO, InfoBondowoso.net - Di tengah lambatnya pengembangan wisata Bondowoso, arung jeram Bosamba di Taman Krocok masih terus eksis. Namun begitu, kunjungan sejauh ini didominasi wisatawan dalam negeri. Sementara membeludaknya wisatawan ke ljen belum bisa berdampak terhadap objek-objek lain selain ljen.

Hendrix Sebo, manager Kaka Production selaku pengelola Bosamba Rafting mengungkapkan, sejauh ini pihaknya berusaha semampu mungkin untuk menjalankan Bosamba Rafting. Sebagai aset dari pemerintah, pihaknya rutin membayar pajak kepada pemerintah daerah setiap tahun.

Dia mengungkapkan, sejauh ini tingkat kunjungan ke Bosamba Rafting terus menunjukkan trend menggembirakan. Bahkan dalam satu bulan, rata-rata ada sekitar 50-100 kunjungan. Dari jumlah tersebut mayoritas adalah wisatawan lokal yang datang dari luar kota. Sementara untuk dari Bondowoso sendiri nyaris tidak ada.

Jika dibandingkan dengan objek arung jeram lain di Jawa Timur, Bosamba Rafting bisa dikatakan yang terbaik. Jeram yang dimiliki sudah level III atau standar rafting. Selain itu, banyak titik-titik eksotis di sepanjang rute yang mencapai 18 kilometer tersebut. Mulai dari tiga air terjun, gua kelelawar hingga batu gajah.

Sayangnya, hal itu menurutnya tidak mendapatkan support yang memadai dari pemerintah daerah. "Kalau dari sisi jeram dan view, kita lebih baik dari Probolinggo. Tapi fasilitas kita sangat minim. Salah satunya kita tidak punya tempat menginap," ungkapnya.

Selain itu, dia juga menyayangkan sikap dari instansi-instansi pemerintahan di Bondowoso yang lebih memilih berwisata arung jeram di luar kota. Semisal di Bali atau Probolinggo. "Di satu sisi kita mati-matian promosikan wisata Bondowoso, tapi para pejabat kita justru memilih ke luar kota. Ini ironis sekali. Apa mereka hanya untuk menghabiskan anggaran," sindirnya. Rasa kecintaan terhadap potensi wisata daerah yang rendah itulah yang dia sayangkan.

Terkait dengan minimnya kunjungan wisatawan asing, menurutnya tidak hanya terjadi di Bosamba Rafting. Hampir seluruh destinasi wisata di Bondowoso juga mengalami hal serupa. Mayoritas wisatawan asing hanya datang ke ljen dan tidak memberikan dampak apa pun terhadap pengembangan wisata Bondowoso.

Hal itu menurutnya disebabkan karena amburadulnya manajemen kunjungan wisata. Semua pihak berjalan sendiri-sendiri. Bahkan ada hotel yang menjual trip sendiri yang seharusnya itu tidak boleh. Akhirnya, setiap instrumen pelaku wisata bergerak sendiri-sendiri. Pemerintah seharusnya bisa mencari solusi terkait dengan hal itu.

0 komentar:

Posting Komentar