Sabtu, 12 November 2016

Pengukuhan KHR. AS'AD SYAMSUL ARIFIN sebagai PAHLAWAN NASIONAL

Tidak Hanya Gelar Pahlawan, Kiai As’ad Juga Dianugerahi Bintang Maha Putra JAKARTA – KHR. As’ad Syamsul Arifin resmi menyandang gelar Pahlawan Nasional. Upacara penganugerahan yang dipimpin Presiden Joko Widodo kemarin (9/11) bertempat di Istana Negara sekitar pukul 13.00. Selain gelar Pahlawan Nasional, Kiai As’ad juga diangugerahi Bintang Maha Putra. Gelar Bintang Maha Putra diberikan pemerintah RI karena Kiai As’ad terlibat secara langsung dalam peperangan fisik saat merebut dan mempertahankan kemerdekaan RI. Gelar ini setara bintang lima pada Jenderal TNI. ”Artinya, Kiai As’ad tidak hanya mendapatkan gelar Pahlawan Nasional saja,” kata Muhyidin Khotib, salah satu tim pengusul gelar kepahlawanan Kiai As’ad
Muhyidin mengaku, upacara penyerahan gelar Pahlawan Nasional Kiai As’ad ditandai dengan penyerahan oleh presiden RI kepada KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy mewakili majelis keluarga P2S2 sekaligus Pengasuh Pesantren. Acara berlangsung sekitar satu jam.
Beberapa pejabat penting negara hadir. Diantaranya, Wapres Yusuf Kalla, Sekretaris Negara, Sekretarsi Kabinet, dan sejumlah menteri Kabinet Kerja jilid II. Sebelum penyerahan, dinyanyaikan lagu Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan SK Presiden.
Gelar Pahlawan Nasional Kiai As’ad tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Presiden RI nomor 90/TK/2016 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional. SK tertanggal 3 November itu berdasarkan hasil sidang Dewan Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan pada tanggal 11 Oktober 2016 lalu.
Bunyi SK tersebut; memutuskan, menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Kiai As’ad sebagai penghargaan dan penghormatan yang tinggi atas jasa-jasanya yang luar biasa yang semasa hidupnya pernah memimpin dan melakukan perjuangan bersenjata atau perjuangan politik atau perjuangan dalam bidang lain untuk mencapai, merebut, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan serta mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa.
Selain Kiai Azaim, hadir beberapa keluarga Kiai As’ad. Seperti Nyai Hj. Khoiriyah (istri Kiai As’ad), Nyai Hj. Djuwairiyah (istri KHR. Ahmad Fawaid As’ad), Nyai Hj. Nur Sari As’adiyah (istri Kiai Azaim), serta beberapa keluraga dan pengurus P2S2. Hadir juga Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto. Salah satu veteran asal Situbondo, Balok Imam Subakti mengaku sangat bersyukur atas penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Kiai As’ad. ”Beliau adalah komandan saya dikelaskaran,” kata pria 88 tahun yang mengaku pernah menjadi anak buah Kiai As’ad pada saat agresi militer itu.
Balok menerangkan, ada beberapa kenangan yang tidak pernah dilupakannya saat berjuang bersama Kiai As’ad. Diantaranya, ketika Kiai As’ad berjuang keras mengobati para pejuang yang terluka. ”Beliau sendiri yang mencari obat-obatan dengan keluar masuk hutan,” kenang Balok.





0 komentar:

Posting Komentar